Wednesday, February 14, 2007

akU vs Marah


Aku ga’ tau apa yang ada dalam alam pikiran mereka, apa yang sedang dipikirkan mereka, apa yang mereka sedang lakukan, apa maksud tujuan mereka? Kenapa aku memikirkan hal itu? Aku marah, marah karena aku tak menemukan jawaban nya. Kenapa aku harus tahu jawaban dari semua pertanyaan yang kedengarannya sangat bodoh, yaitu untuk mengetahui segala sesuatu tentang mereka? Karena aku berkepentingan dengan mereka! Aku hanya ingin mengetahui kepastian apa aku dianggap diantara mereka, apa aku masih ada diantara mereka, apa aku adalah seorang yang ada dalam pikiran mereka, atau….. aku hanyalah aku yang tak berarti apapun dalam diri mereka. Aku hanya lah sebuah …. Entah lah aku pun tak tahu itu…? Aku hanya ingin menjadi sesuatu yang bisa berarti di hati mereka, sesuatu yang bisa diterima mereka , atau sesuatu yang setidaknya ada dalam otak mereka walau hanya dalam waktu sekejap saja. Aku tak mengharapkan banyak dari mereka, aku hanya mengharapkan mereka mengetahui ku dan aku dianggap ada diantara mereka. Aku tak tau kenapa aku berpikiran seperti ini, aku …………. Aku hanya seorang manusia mungkin hanyalah seseorang yang tak tau akan masa depanku sendiri karena aku tak tau masa depan ku sendiri karma aku buta akan nasib ku di masa yang akan datang bahkan satu detik lagi pun aku tak tau aku akan jadi apa? Apa aku tiba-tiba terserang penyakit jantung sehingga orang yang ada di sekitarku cepat-cepat membawa ku ke rumah sakit dengan segera, karena merasa iba akan keadaan ku dan kemudia dokter dengan sekuat tenaga menolong ku dan keluar dari ruangan dan memberi tahukan bahwa dia sudah berbuat yang terbaik? Aku tidak tau?? yang aka tau sekarang aku sedang berpikir, itu adalah logika pertama yang aku kerjakan sekarang entah logika-logika apa lagi yanga kan aku lakukan, atau hal-hal gila yang akan aku lakukan atau alam bawah sadar ku akan muncul kepermukaan dan mengendalikan seluruh system tubuh ku ini, oh………. entah lah??? Ini mungkin hanya sebuah pemikiran ku yang berdasarkan pada emosi belaka atau pada kestabilan hormonku yang sedang sedikit terguncang atau factor z yang menimpa diri ku sehingga aku sekarang menjadi begini tak seratus persen sadar akan keberadaan ku sendiri. Aku sekarang marah, marah karena orang lain juga marah aka tak tau kenapa atau mengapa? Marah sekarang adalah miliku! Miliku satu-satu nya sekarang walupun itu adalah suatu hal yang bisa berakibat negative tapi itu, ‘marah’, miliku satu-satunya. Aku tak rela membaginya dengan orang lain. Karena marah menemaniku sekarang, tak ada yang menemaniku sekarang kecuali marah, Marah menjadi teman setia ku paling tidak itu yang kuinginkan sekarang aku ingin dia tetap menemaniku karna aku sekarang hanya bisa memiliki marah, tak ada lagi yang bisa ku miliki dan untuk dimiliki sekarang kecuali marah. Mungkin marah berpikir kamu adalah miliki sekarang (dengan senyum sinisnya) tapi aku tak merasa…. karna aku berpikir kamu adalah miliku! Kamu tidak bisa menolak untuk bisa meninggalkanku karna aku adalah tuanmu, sekarang! Kamu boleh pergi ketika kamu sudah tak lagi kubutuhka dan kamu harus datang ketika kau sedang menginginkan mu ‘marah”. Keromantismean dengan marah ? Itu mungkin hal aneh bagi orang lain tap bagiku adalah suatu keromantisan bentuk lain yang aku bisa berkata sesuaka hatiku, memberi umpatan-umpatan yang tak bisa aku lakukan pada orang lain, dan aku bisa memaki-maki kepadanya dengan sesukaku, serta aku bisa menaikan dan menurunkan emosi marah itu sendiri dan dia ‘Marah’ hanya bisa diam karna kamu tak bisa bersuara dan kamu hanyalah ada dalam perasaan ku. Kamu tak berwujud, siapa yang bisa melihat marah? Kalo orang merihat orang marah itu sering dan wajar tetapi jika ‘Marah’ itu sendiri siapa yang bisa? Kamu hanya melihat indicator-indikator ketika marah akan diundang atau sengaja dibuat agar dia datang menghampiri. Arg……………………………………………….. “Marah aku sekarang capek, bisa kah kau pergi sekarang” pinta ku, Marah hanya terdiam tak mengeluarkan sedikit kata pun! Rasanya aku ingin marah lagi tapi aku sudah terlau capek untuk mengundang Marah yang lebih besar dan lebih banyak. “marah bisa kah kau meningglakan ku sekarang” aku ulangi perkataan ku dan dengan bahasa yang lebih halus lagi aku ulangi pintaku, tetapi tetap saja abstain untuk menjawab. “Tolonglah marah, aku lelah, capek, dan……… tiba-tiba air mata ku keluar menetes dengan sendirinya. Tes….tes….tes….tes…entah berapa tetes air yang keluar dari lubang mata ku sampai akhirnya aku tertidur lelap. Dan ketika tidur berada satu mili dekatnya untuk merasuki tubuhku “aku sekarang bukan tuanmu, aku salah berpikir aku adalh tuanmu dan kamu sebenanya adalah …….” Belum selesai, aku menyelesaikan kalimatku tidur sudah merasuki tubuhkan dan menemukan posisi yang enak dalam badanku. “Tidur, ha tidur…..!!!!!!!!!” kata Marah, tak percaya? “ Oi……. kenapa kamu tidur aku belum mau ditinggalkan! Aku masih mau menemanimu!”. “Bangun, bangun, cepat bangun kata ku” Marah mulai marah “zzzzzzzzz……….”jawab ku “ Bangun, bangun, bangun, bangun, bangun, banguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn,……………..” Marah sekarang benar – benar marah. Ia tak tau lagi bagaimana cara nya untuk membangunkan aku lagi, dan akhirnya ia pergi entah ke mana atau dia akan menghampiri yang ingin ditemaninya, sekarang Marah sedang benar-benar marah besar dan dia ngambe total! Akan kah Marah akan datang lagi, ketika aku menginginkannya ataukah perasannya akan membaik ketika aku sedang marah dan peresaannya akan marah ketika perasaanku membaik? Aku tak tahu? Aku berharap kengambekan Marah tak berlangsung selamanya pada diriku karna tanpa Marah hidup ini tak akan terasa cerah dan me-merah. Marah aku ingin kau mendoakan aku untuk marah, sehingga kau bisa menemaniku satu saat lagi. Walaupun ini belum menjadi harapan tapi aku ingin kau mengira terlebih dahulu bahwa doa ini adalah suatu permintaan ku pada mu, Marah.

No comments: