Pus……….
Pusssssss…….Iiiiiiiiing
Aku hanya pengen bicara lewat sibol yang diberi nama dengan huruf dan mungkin dengan angka. Tulisan ini bukanlah suatu penggambaran jiwa ku yang ingin berenang, bukan seperti jiwa-jiwa mereka yang sudah menemukan ketenangan abadi di rumah sebesar 2x1 m.
Galau yang ku rasakan mungkin semua juga pernah merasa hal yang sama, aku pikir dan pikir lagi hingga aku pun tak mau berpikir lagi! Tapi kenapa otak ini hanya ingin berpikir terussssssssssssss. Ku hanya ingin mendinginkan otaku sejenak agar dia tidak aus dan menjadi hangus, sehingga ketika aku ingin berpikir aku bisa mengunakannya semaksimal mungkin, tapi……. aku tetap dan tetap tidak bisa untuk menghentikan otak ku untuk berpikir, “sampai bosan kau menyuruhku, aku tetap akan berpikir” ejek otak ku sambil nyengir.
“Oh…tubuh siapa ini? Tubuh ini tubuh ku!” aku berhak atas apa yang terjadi pada tubuh ku, martah ku!
“ya………… memang ini tubuh mu, trus kenapa?” Tanya Otak
“Kamu adalah bagian dari tubuh ku yang bernama “Otak” jadi karena kamu adalah bagian dari seluruh susunan dari Anatomi ku ini dan karena itu, aku berhak atas semua ini, jadi aku berhak melarang mu untuk berpikir” Jawab ku
“Ok” jawab otak
“ haaaaaaaaaaaaaaaaa………” kaget ku
“ Iya, ok” Otak
dengan sedikit dan menjadi banyak memendam seluruh emosi ku..” kalau begitu, berhentilah berpikir sejenak!” perintah ku
Otak lalu menjawab apakah kamu bisa menjamin ketika aku berhenti berpikir sejenak saja kamu bisa melakukan apa? Sekarang kamu sedang melakukan apa? “Berpikir bukan?”. Lalu kenapa kau meributkan hal yang sangat penting dan hal yang sangat sepele yang menjadi anugrah Tuhan kepada mu? Apakah kau bisa menjamin jika aku mogok untuk bekerja di dalam tempurung tengkorak mu, kamu bisa mengembalikan pekerjaan berpikir ku ini? Karna ketika aku mogok berpikir, kamu tidak mungkin bisa mengembalikan fungsi ku ini, karna untuk mengembalikan aku seperti dulu lagi kamu harus berpikir, padahal kamu sudah menyuruh ku untuk mogok berpikir? Tahu kah kamu…………?
Sejak pergulatan ku dengan Otak ku waktu itu…….
Kini aku selalu membiarkan otakku untuk berpikir tapi, aku berjanji akan memegang kendali penuh atas-nya, karna aku tidak mau otak ku tidak memikirkan, apa yang tidak ingin ku pikirkan? Tetapi kadang dia lepas bagai rusa keluar dari kandang sehingga aku sulit mengejarna dan menangkapnya kemabali ke dalam lagi, dan aku sering membiarkan otaku merajai tempat yang tak bernama ketika kau ingin larut dalam diriku dan ketika aku ingin menemukan sesuatu yang ingin aku ketahui dan inginikan….. Sehingga otak ku kini menjadi teman yang bukan hanya sekedar teman karma Otak dalah logika dan logika kadang dikalahkan oleh perasaan dan ketika aku menemukan jalan untuk berbicara dengan Perasaan itu dan terjadi debat panjang dengan perasaan ku.. aku kembali menemukan jawaban yang sama, perasaan juga sama hal nya dengan otak…?
Percakapan antar diriku, otak ,dan perasann yang nonggol diakhir diskusi ini.


No comments:
Post a Comment