Wednesday, February 14, 2007

Teklek


Eh..eh..eh

Sstt…..

(tiba-tiba semua terdiam)

“Apaan-apaan” kita mulai bingung?

“Diem…diem..diem..” dengan suara berbsik Luky menyuruh diam lagi. Dan kita tiba-tiba seperti tersihir oleh suara Luky, kita pun kembali diam. (keheningan mulai menggelayuti kami)


Tiba-tiba ada suara “tek…tek…tek…tek..” suara itu semakin dekat dan semakin keras, kami mlai merinding dan saat itu susan di rumah Luky sedang sepi dan mendungpun menemani kami dekat warna hitam pekatnya.


“tras..tras..tras…” halilintar menyambar-nyambar .Seli dan Vinri berteriak kencang “A……”. “ Luky…luky……” aku mencari-carinya, karena tiba-tiba listrik mati tapi dari belakangku ada suara “aku disini ko’ Yi, ga usah kwatir “ suara Luky meruntuhkan ketakutan ku. “iya, ni Ayi bikin tambah serem aja” sela Vinri. “ Eh.. kita pulang aja yu’ aku takut ni,,,” dengan sedikit merenggek Ayi minta pulang dari rumah Luky. Belum sempat teman-temannya menjawab suara itu datang lagi “tek..tek…tek…” tiba-tiba mereka berempat langsung mendekat satu-sama lainnya tak terkecuali Luky yang notabene pemilik rumah.


“tek..tek..tek…” suara itu … . “Byar” lampu kembali hidup sontak mereka berempat lari keluar kamar untuk mencari Bi Turi. “Bi tri ” kami berempat memanggil bi Turi tapi dia tak ada respon.


“tek..tek..tek..” suara itu berada tepat berada dibelakng kita. Kita tak berani berbalik kebelakang untuk melihat siapa yang punya suara itu. “tek..” suara itu berbunyi lagi, kami berempat sudah siap-siap untuk ambil langkah tuk berlari secepat mungkin tapi tiba-tiba “ bi Turi ga bisa dateng neng Luky”, suara itu menghentikan niat kami untuk berlari. Luky membalikan badan dan ternyata suara itu milik Pak Sam. Pak Sam adalah suami dari bi Turi. “ aduh.. pak Sam ini gimana sih” Luky menjawab pak Sam, dengan kesalnya Luky bertanya sama pak Sam ko’ ga ketok pintu dulu, pak Sam menjawab “ tadi niatnya emang gitu neng, tapi karna pintu belakang ngebuka trus saya masuk aja, saya minta maaf sama neng Luky”. “Ga pa-pa sih, tapi pak Sam itu bikin kaget kita aja. Kita kan takut, mana ada suara ga jelas lagi. “Suara apa neng?” Tanya pak Sam. “Suara tek..tek..tek.. gitu” jawab Ayi dan Seli ikut mangut-mangut “iya pak, serem deh” tambah Serly. “ O…” jawab pak Sam. “ Lo.. pak Sam ini ko Cuma bilang ‘lo’ kita kan takut bener, sampe mrinding semua ini badan” sela Virny dengan nada agak kesel. Tiba-tiba pak Sam menunjuk jarinya kearah bawah dan kita empat masang mata mengikuti arah jari pak Sam yang menunjukan kearah kaki pak Sam. Kita berempat hanya mlongo aja tanpa bisa berkata dan pak Sam hanya tersenyum nyengir melihat reaksi kami. “ maaf lagi neng, itu tadi pasti suara sandal teklek (sandal terbuat dari kayu) saya ini” dengan senyum tanpa rasa bersalahnya pak Sam memandangi kami yang masih kaget.

No comments: